MISSION

OUR MISSION

DPP LSM Kompor Indonesia, Sukabumi, Jawa Barat

Logo KOMPOR 75x75

  1. Sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang mempunyai sikap peduli terhadap Lingkungan Sosial dan potensi Sumber Daya Alam (SDA) serta potensi Sumber Daya Manusia (LDM). Setiap orang berhak hidup Tentram, Aman, Damai, Bahagia, Sejahtera Lahir & Batin yang perlu diperjuangkan guna memenuhi Harkat & Martabat Manusia.
  2. Sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berjiwa menyikapi dalam penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) setiap orang berhak atas perlindungan HAM dan kebebasan manusia tanpa diskiriminasi yakni perbedaan dan kebutuhan masyarakat hukum adat harus lebih diperhatikan dan dilindungi oleh hukum masyarakat dengan cara musyawarah, gotongroyong dan mupakat dan hukum pemerintah harus dilindungi bahwa manusia sebagai Makhluk Tuhan Yang Maha Esa, yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh Negara secara manusiawi.
  3. Sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) secara kodrat selaku sosial kontrol dan/atau mitra pemerintah dalam upaya menciptakan hubungan dibidang Pengabdian dan Pengawasan Masyarakat terhadap Penyelenggaraan Negara yang BERSIH dan BEBAS dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).
  4. Bahwa DPP LSM Kompor Indonesia, Sukabumi, Jawa Barat berupaya meningkatkan kesadaran kritis para anggota di dalam mewujudkan Teguh Tanah Air, Kebenaran, Keadilan dan Kesejahteraan Rakyat serta membangun karakter sikap etika komunikasi aspirasi masyarakat sesuai yang berkembang dan/atau Agent of Social Control Independent dan berimbang.

Devider Line 7

Esensi Harkat & Martabat Manusia

Harkat dan Martabat manusia adalah sama, apapun kedudukan, agama, suku seseorang tidak mengurangi harkat dan martabat manusia itu sebagai manusia yang ditempatkan paling tinggi diatas segala mahkluk di muka bumi. Itu adalah esensi yang seharusnya kita sadari dan pahami sebagai manusia namun ada kalanya kita manusia sendiri menempatkan dan menilai diri kita lebih tinggi dari orang lain.

Banyak masalah yang terjadi disekitar kita berhubungan dengan keberadaan manusia yang tidak sudi dianggap lebih rendah oleh orang lain, masalah yang muncul karena kita merasa terhina karena tidak dianggap atau merasa kurang dihargai. Sebetulnya terlepas dari berapapun kita dinilai dan dihargai oleh orang lain, nilai dan esensi kita sebagai manusia tidak berubah dan tetap sama bahkan jika kita terganggu akan penilaian orang lain yang tidak sepaham dengan kita seharusnya kita sendirilah yang intropeksi dan menyadari bahwa saat itu harga diri kitalah yang sedang minta dihargai lebih.

Perasaan anda terhadap seseorang sangat mungkin dipengaruhi oleh keadaan anda, contoh peristiwa berikut ini :
Beberapa tahun yang lalu anda masih duduk di bangku SMA, masih dengan sifat kekanakan dan kedewasaan yang terbatas. Pada saat yang sama anda berteman dengan semua siswa, tokh saat itu memang semua teman kan? bisa jadi anda membentuk kelompok kecil yang kita kenal gank, namun tidak ada permusuhan yang berarti dengan setiap individu setingkat bahkan dengan kakak kelas atau adik kelas. Kita semua bangga dengan diri kita dan kawan sepermainan, tanpa memandang latar belakang, status atau strata sosial kita semua berkawan dan berdampingan dengan indah.

Tentu saja pada masa itu ada cerita percintaan, cinta monyet dan musuhan antar geng dan lain sebagainya namun semuanya adalah bagian yang tidak terlepas dari hidup kita, lalu kemudian sekian tahun berlalu kita bersua dengan teman-teman lama dan kehidupan telah bergeser sedemikian rupa teman yang dulu kita kenal telah berubah. Tentu saja kita senang dan sangat bangga jika teman kita menjadi orang sukses dan makmur namun apa yang terjadi jika sebaliknya? teman yang bukan sekadar teman ( misal gebetan kita ) ternyata jadi supir taxi atau supir busway? atau waiter di pizza hut? masihkah kita miliki rasa bangga yang sama dan menyapa dia dengan perasaan rindu kawan lama seperti yang kita lakukan bila bertemu dengan teman yang sukses?

Kita terkadang tidak siap menghadapi perjumpaan in uniform macam ini, saya sendiri pernah bersua dengan seorang ketua kelas saya jam SMA yang menjadi supir saya takala saya naik taxi. Jujur saya terkejut bahwa orang yang membawa taxi itu ternyata teman lama saya saat SMA, perbincangan bergulir tentang kehidupan yang membawanya menjadi supir Taxi dari berita terakhir yang saya tahu ia mengambil kuliah di salah satu Universitas Komputer yang cukup besar di Depok.

Kali lain saya juga jumpa dengan teman SMP yang ternyata jadi supir angkot ( dan pria ini sempat menjadi bintang olahraga ) di sekolah kami dulu, ada lagi yang ternyata jualan katering makanan sampai tukang bengkel. Walaupun saya tetap menghargai mereka dan berbincang-bincang dengan mereka saya tidak mampu menghilangkan perasaan sedih saya terhadap perjalanan hidup kawan saya yang ternilai ‘kurang beruntung’, padahal stigma seperti itu murni hanya penilaian saya saja diukur berdasarkan ukuran saya sendiri yang tidak memilih karir sebagai supir angkot, supir taxi atau tukang bengkel.

Kondisi teman lama yang mungkin tidak seberuntung apa yang kita ukur berdasar ukuran kita seharusnya tidak menghilangkan nilai mereka sebagai seorang manusia yang punya harkat dan martabat sama kan? kita juga harus mampu mengakui mereka tetap teman kita walaupun kondisi ekonomi kita tidak lagi sejajar seperti saat kita masih sama-sama berseragam putih abu-abu ataupun putih biru. Rasanya bahasa ‘kami dulu teman’ sangat tidak pantas dan tidak baik digunakan terhadap teman kita dari masa lalu yang jumpa mendadak dengan kondisi sosial yang berbeda.

Apapun kondisi, situasi, keadaan seorang manusia tetap bernilai sama dengan harkat dan martabat yang sama juga terlepas dari kondisi ekonomi, suku, latar belakang, ataupun jenjang pendidikan sekalipun tidak bisa menyebabkan seorang manusia lebih besar dari manusia lainnya. Jabatan, posisi, kekayaan, ataupun kekuasaan adalah hal semu yang tidak ‘ada’ dimata yang Kuasa, nilai manusianya tetap sama Roh, Jiwa/Akhlak, dan Badani manusia itu sendiri.

Devider Line 7

Pengertian SUMBER DAYA ALAM dan Pembagian Macam/Jenisnya – Biologi

Sumber daya alam adalah sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan dan kebutuhan hidup manusia agar hidup lebih sejahtera yang ada di sekitar alam lingkungan hidup kita. Sumber daya alam bisa terdapat di mana saja seperti di dalam tanah, air, permukaan tanah, udara, dan lain sebagainya. Contoh dasar sumber daya alam seperti barang tambang, sinar matahari, tumbuhan, hewan dan banyak lagi lainnya.

A. Sumber Daya Alam berdasarkan Jenis

  • Sumber Daya Alam Hayati / Biotik adalah sumber daya alam yang berasal dari makhluk hidup.contoh : tumbuhan, hewan, mikro organisme, dan lain-lain
  • Sumber Daya Alam Non Hayati / Biotik adalah sumber daya alam yang berasal dari benda mati.contoh : bahan tambang, air, udara, batuan, dan lain-lain

B. Sumber Daya Alam berdasarkan Sifat Pembaharuan

  • Sumber Daya Alam  yang dapat diperbaharui / renewable yaitu sumber daya alam yang dapat digunakan berulang-ulang kali dan dapat dilestarikan. Contoh : air, tumbuh-tumbuhan, hewan, hasil hutan, dan lain-lain.
  • Sumber Daya Alam  yang tidak dapat diperbaharui / non-renewable ialah sumber daya alam yang tidak dapat di daur ulang atau bersifat hanya dapat digunakan sekali saja atau tidak dapat dilestarikan serta dapat punah. Contoh : minyak bumi, batubara, timah, gas alam.
  • Sumber Daya Alam yang tidak terbatas jumlahnya / unlimited. Contoh : Sinar Matahari, Arus Air Laut, Udara, dan lain lain.

C. Sumber Daya Alam berdasarkan Kegunaan atau Penggunaannya

  • Sumber Daya Alam penghasil Bahan Baku adalah sumber daya alam yang dapat digunakan untuk menghasilkan benda atau barang lain sehingga nilai gunanya akan menjadi lebih tinggi. Contoh : hasil hutan, barang tambang, hasil pertanian, dan lain-lain.
  • Sumber Daya Alam penghasil Energi adalah sumber daya alam yang dapat menghasilkan atau memproduksi energi demi kepentingan umat manusia di muka bumi. Misalnya : ombak, panas bumi, arus air sungai, sinar matahari, minyak bumi, gas bumi, dan lain sebagainya.

Devider Line 7

SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) – HUMAN RESOURCE

Sumber daya manusia atau biasa disingkat menjadi SDM potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang adaptif dan transformatif yang mampu mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi yang terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan. Dalam pengertian praktis sehari-hari, SDM lebih dimengerti sebagai bagian integral dari sistem yang membentuk suatu organisasi. Oleh karena itu, dalam bidang kajian psikologi, para praktisi SDM harus mengambil penjurusan industri dan organisasi.

Sebagai ilmu, SDM dipelajari dalam manajemen sumber daya manusia atau (MSDM). Dalam bidang ilmu ini, terjadi sintesa antara ilmu manajemen dan psikologi. Mengingat struktur SDM dalam industri-organisasi dipelajari oleh ilmu manajemen, sementara manusia-nya sebagai subyek pelaku adalah bidang kajian ilmu psikologi.

Dewasa ini, perkembangan terbaru memandang SDM bukan sebagai sumber daya belaka, melainkan lebih berupa modal atau aset bagi institusi atau organisasi. Karena itu kemudian muncullah istilah baru di luar H.R. (Human Resources), yaitu H.C. atau Human Capital. Di sini SDM dilihat bukan sekedar sebagai aset utama, tetapi aset yang bernilai dan dapat dilipatgandakan, dikembangkan (bandingkan dengan portfolio investasi) dan juga bukan sebaliknya sebagai liability (beban,cost). Di sini perspektif SDM sebagai investasi bagi institusi atau organisasi lebih mengemuka. (Wikipedia)

Devider Line 7

HAK ASASI MANUSIA (HAM) – HUMAN RIGHTS

HAM adalah hak-hak yang telah dipunyai seseorang sejak ia dalam kandungan. HAM berlaku secara universal. Dasar-dasar HAM tertuang dalam deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat (Declaration of Independence of USA) dan tercantum dalam UUD 1945 Republik Indonesia, seperti pada pasal 27 ayat 1, pasal 28, pasal 29 ayat 2, pasal 30 ayat 1, dan pasal 31 ayat 1

Dalam kaitannya dengan itu, maka HAM yang kita kenal sekarang adalah sesuatu yang sangat berbeda dengan yang hak-hak yang sebelumnya termuat, misal, dalam Deklarasi Kemerdekaan Amerika atau Deklarasi Perancis. HAM yang dirujuk sekarang adalah seperangkat hak yang dikembangkan oleh PBB sejak berakhirnya perang dunia II yang tidak mengenal berbagai batasan-batasan kenegaraan. Sebagai konsekuensinya, negara-negara tidak bisa berkelit untuk tidak melindungi HAM yang bukan warga negaranya. Dengan kata lain, selama menyangkut persoalan HAM setiap negara, tanpa kecuali, pada tataran tertentu memiliki tanggung jawab, utamanya terkait pemenuhan HAM pribadi-pribadi yang ada di dalam jurisdiksinya, termasuk orang asing sekalipun. Oleh karenanya, pada tataran tertentu, akan menjadi sangat salah untuk mengidentikan atau menyamakan antara HAM dengan hak-hak yang dimiliki warga negara. HAM dimiliki oleh siapa saja, sepanjang ia bisa disebut sebagai manusia.

Alasan di atas pula yang menyebabkan HAM bagian integral dari kajian dalam disiplin ilmu hukum internasional. Oleh karenannya bukan sesuatu yang kontroversial bila komunitas internasional memiliki kepedulian serius dan nyata terhadap isu HAM di tingkat domestik. Malahan, peran komunitas internasional sangat pokok dalam perlindungan HAM karena sifat dan watak HAM itu sendiri yang merupakan mekanisme pertahanan dan perlindungan individu terhadap kekuasaan negara yang sangat rentan untuk disalahgunakan, sebagaimana telah sering dibuktikan sejarah umat manusia sendiri. Contoh pelanggaran HAM:

  1. Penindasan dan membatasi hak rakyat dan oposisi dengan sewenang-wenang.
  2. Hukum (aturan dan/atau UU) diperlakukan tidak adil dan tidak manusiawi.
  3. Manipulatif dan membuat aturan pemilu sesuai dengan penguasa dan partai tiran/otoriter.

Terima Kasih atas kunjungan Anda semoga bermamfaat.

Untuk keterangan lebih lanjut silahkan hubungi Bapak Herman Syah AR sebagai Ketua LSM Kompor Indonesia Sukabumi –  Mobile: 0856-246-10161 or 0812-883-78-909

Keberhasilan Kami sebagai LSM tidak terlepas dari Kerjasama dan Keterlibatan Masyarakat dalam mewujudkan Masyarakat yang Makmur dan Sejahtera

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: