Rendahnya Sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional Ditingkat Daerah Kota dan Kabupaten

13 Feb

Sukabumi MPRI Pers.* Pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan jaminan perlindungan kesehatan agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan, pungkas Tangguh aktifis DPP LSM KOMPOR INDONESIA, Bidang Advokasi Pelindungan Hukum & HAM, bahwa manfaat Program Jaminan Kesahatan Nasional (JKN) pasilitas perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang diberikan pada setiap orang dan telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh pemerintah. Dalam operasionalnya, JKN akan dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Tegas Tangguh program JKN, masyarakat hamipir semuah tidak mengetahuai dengan adanya program Layanan JKN.
1. Program jaminan kesehatan untuk peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) jaminan kesehatannya akan dibayar oleh Pemerintah.
2. Program jaminan kesehatan untuk peserta pekerja penerima upah dibayar oleh pemberi kerja dan pekerja itu sendiri.
3. Sedangkan iuran jaminan kesehatan bagi peserta bukan pekerja akan dibayar oleh yang bersangkutan.
4. Untuk kepesertaan Jaminan Kesehatan, dibagi dalam dua kelompok yaitu :
a. peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan peserta non-PBI.
– Peserta PBI terdiri dari fakir miskin dan orang tak mampu.
– Peserta non-PBI, terdiri dari para Pegawai Negeri Sipil (PNS), anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri), karyawan perusahaan swasta, pekerja mandiri, bukan pekerja seperti veteran, penerima pensiun, dan lain-lain. Untuk menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional ( JKN ) para penerima upah atau karyawan akan didaftarkan oleh pemberi kerja ke BPJS.
5. Pengaturan pembayaran premi, pekerja menanggung (1)% persen dari penghasilannya per bulan, dan sisa (4)% persen ditutupi oleh perusahaan atau pemberi kerja.
6. Pengaturan untuk non-penerima upah, mereka mendaftarkan diri mereka ke BPJS kesehatan cabang terdekat untuk mendapat perlindungan kesehatan untuk keluarganya.
– Syarat lain untuk menjadi peserta adalah membawa Kartu Keluarga, mengisi formulir yang disediakan oleh BPJS.
– Manfaat dari Jaminan Kesehatan Nasional bersifat pelayanan kesehatan perorangan yakni layanan promotif, pelayanan obat, bahan medis habis pakai sesuai indikasi medis yang diperlukan.
– Pelayanan kesehatan yang akan diberikan meliputi Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, Pelayanan Kesehatan Tingkat Lanjutan, dan Pelayanan Kesehatan lain yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatahn RI.
7. Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama (PKTP) meliputi :
– pelayanan kesehatan non spesialistik yang antara lain administrasi pelayanan, pemeriksaan, pengobatan, dan konsultasi medis, pelayanan obat dan bahan medis habis pakai, transfusi darah sesuai dengan kebutuhan medis, pemeriksaaan penunjang diagnostik laboratorium tingkat pratama dan rawat inap tingkat pertama sesuai dengan indikasi,
– Sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional ini dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan, sasaran yang dapat diikuti oleh tokoh masyarakat, perangkat kecamatan dan kelurahan, para LPMK dan PKK.
– sosialisasi dapat memberikan pemahaman kepada para peserta agar tidak terjadi kerancuan dengan jaminan kesehatan di tengah masyarakat. Selain itu, peserta diharap mampu mengidentifikasi peran dan kedudukan jaminan kesehatan nasional melalui BPJS Kesehatan serta mendapat gambaran yang jelas tentang implementasinya di lapangan.(Cepot Mpri Pers)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: