BELAJAR MENGENANG SEJARAH PROVINSI JAWA BARAT

13 Feb

SUPPORT SEJARAH.* __
Jawa Barat adalah sebuah provinsi di Indonesia. Ibu kotanya berada di Kota Bandung. Perkem bangan Sejarah menun jukkan bahwa Provinsi Jawa Barat merupakan Provinsi yang pertama dibentuk di wilayah In donesia. Provinsi Jawa Barat dibentuk berdasar kan UU No.11 Tahun 19 50, tentang Pembentu kan Provinsi Jawa Barat. Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. Terdiri dari, bagian barat laut pro vinsi Jawa Barat berba tasan langsung dengan Daerah Khusus Ibukota Jakarta, ibu kota negara Indonesia. Pada tahun 2000, Provinsi Jawa Ba rat dimekarkan dengan berdirinya Provinsi Ban ten, yang berada di ba gian barat. Saat ini ter dapat wacana untuk me ngubah nama Provinsi Jawa Barat menjadi Pro vinsi Pasundan, dengan memperhatikan aspek historis wilayah ini. Na mun hal ini mendapat kan penentangan dari wilayah Jawa Barat lain nya seperti Cirebon di mana tokoh masyarakat asal Cirebon menyata kan bahwa jika nama Jawa Barat diganti de ngan nama Pasundan seperti yang berusaha digulirkan oleh Bapak Soeria Kartalegawa ta hun 1947 di Bandung maka Cirebon akan sege ra memisahkan diri dari Jawa Barat, karena nama “Pasundan” berarti (Ta nah Sunda) dinilai tidak merepresentasikan ke beragaman Jawa Barat yang sejak dahulu telah dihuni juga oleh Suku Betawi dan Suku Cirebon serta telah dikuatkan dengan keberadaan Pe raturan Daerah (Perda) Jawa Barat No. 5 Tahun 2003 yang mengakui ada nya tiga suku asli di Jawa Barat yaitu Suku Betawi yang berbahasa Melayu dialek Betawi, Suku Sunda yang ber bahasa Sunda dan Suku Cirebon yang berbahasa Bahasa Cirebon (dengan keberagaman dialeknya) .Sejarah. Temuan arkeo logi di Anyer menunjuk kan adanya budaya lo gam perunggu dan besi sejak sebelum milenium pertama. Gerabah tanah liat prasejarah zaman Buni (Bekasi kuno) dapat ditemukan merentang dari Anyer sampai Cire bon. Jawa Barat pada abad ke-5 merupakan bagian dari Kerajaan Tarumanagara Prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanagara banyak tersebar di Jawa Barat. Ada tujuh prasasti yang ditulis dalam aksara Wengi (yang digunkan dalam masa Palawa In dia) dan bahasa Sansa Kerta yang sebagian be sar menceritakan para raja Tarumanagara. Se telah runtuhnya kerajaan Tarumanagara, kekua- saan di bagian barat Pulau Jawa dari Ujung Kulon sampai Kali Serayu dilanjutkan oleh Kera jaan Sunda. Salah satu prasasti dari zaman Ke rajaan Sunda adalah pra sasti Kebon Kopi II yang berasal dari tahun 932. Kerajaan sunda beribu kota di Pakuan Pajajaran (sekarang kota Bogor). Pada abad ke-16, Kesulta nan Demak tumbuh men jadi saingan ekonomi dan politik Kerajaan Sunda. Pelabuhan Ceribon (kelak menjadi Kota Cirebon) lepas dari Kerajaan Sun da karena pengaruh Ke sultanan Demak. Pelabu han ini kemudian tum buh menjadi Kesultanan Cirebon yang memisah kan diri dari Kerajaan Sunda. Pelabuhan Ban ten juga lepas ketangan Kesultanan Cirebon dan kemudian tumbuh menja di Kesultanan Banten. Untuk menghadapi anca man ini, Sri Baduga Maha raja, raja Sunda saat itu, meminta putranya, Sura wisesa untuk membuat perjanjian pertahanan keamanan dengan orang Portugis di Malaka untuk mencegah jatuhnya pela buhan utama, yaitu Sun da Kalapa, kepada Kesul tanan Cirebon dan Kesul tanan Demak. Pada saat Surawisesa menjadi raja Sunda, dengan gelar Pra bu Surawisesa Jayaper kosa, dibuatlah perjan jian pertahanan keama nan Sunda-Portugis, yang ditandai dengan Prasasti Perjanjian Sunda-Por tugal, ditandatangani dalam tahun 1512. Se bagai imbalannya, Por tugis diberi akses untuk membangun benteng dan gudang di Sunda Kalapa serta akses untuk per dagangan di sana. Untuk merealisasikan perjan jian pertahanan keama nan tersebut, pada tahun 1522 didirikan suatu monumen batu yang dise but padrao di tepi Ci Liwung. Meskipun perjan jian pertahanan keama nan dengan Portugis te lah dibuat, pelaksana annya tidak dapat ter wujud karena pada tahun 1527 pasukan aliansi Cirebon – Demak, diba wah pimpinan Fatahilah atau Paletehan, menye rang dan menaklukkan pelabuhan Sunda Kala pa. Perang antara Kera jaan Sunda dan aliansi Cirebon – Demak berlang sung lima tahun sampai akhirnya pada tahun- 1531 dibuat suatu per janjian damai antara Prabu Surawisesa de- ngan Sunan Gunung Jati dari Kesultanan Cirebon. Dari tahun 1567 sampai 1579, dibawah pimpinan Raja Mulya, alias Prabu Surya Kencana, Kerajaan Sunda mengalami kemun duran besar dibawah te kanan Kesultanan Ban ten. Setelah tahun 1576, kerajaan Sunda tidak dapat mempertahankan Pakuan Pajajaran, ibu kota Kerajaan Sunda, dan akhirnya jatuh ke tangan Kesultanan Banten. Za man pemerintahan Kesul tanan Banten, wilayah Priangan (Jawa Barat bagian tenggara) jatuh ke tangan Kesultanan Mata ram. Jawa Barat sebagai pe ngertian administratif mulai digunakan pada ta hun 1925 ketika Peme rintah Hindia Belanda membentuk Provinsi Ja wa Barat. Pembentukan provinsi itu sebagai pela ksanaan tahun 1922, ya ng membagi Hindia Belan da atas kesatuan-kesa tuan daerah provinsi. Sebelum tahun 1925, di gunakan istilah Soenda landen (Tatar Soenda) atau Pasoendan, sebagai istilah geografi untuk menyebut bagian Pulau Jawa di sebelah barat Sungai Cilosari dan Ci tanduy yang sebagian besar dihuni oleh pendu duk yang menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa ibu. Pada 17 Agu stus 1945, Jawa Barat bergabung menjadi bagi an dari Republik Indo nesia. Pada tanggal 27 Desember 1949 Jawa Ba rat menjadi Negara Pa sundan yang merupakan salah satu negara bagian dari Republik Indonesia Serikat sebagai hasil ke sepakatan tiga pihak da lam Konferensi Meja Bun dar: Republik Indonesia, Bijeenkomst voor Federa al Overleg (BFO), dan Belanda. Kesepakatan ini disaksikan juga oleh Uni ted Nations Commission for Indonesia (UNCI) se bagai perwakilan PBB. Jawa Barat kembali ber gabung dengan Republik Indonesia pada tahun 1950. (Jejak jejak sejarah bersambung edisi beri kutnya/Red Sandyswardi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: