Pelabuhan Ratu, Sukabumi

10 Mar

Pantai dengan Panorama Indah nan Mistis

Pantai dengan Panorama Indah nan Mistis

Pelabuhan Ratu, pantai yang terletak kurang lebih 60 km arah selatan Kota Sukabumi ini, selain terkenal dengan panoramanya yang indah, juga karena sering dikaitkan dengan hal-hal mistis.

Setiap tahun di pantai ini selalu digelar pesta laut, yakni upacara melarungkan kepala kerbau dan sesaji lainnya ke tengah laut. Tradisi ini diselenggarakan para nelayan setempat setiap tanggal 5 April setahun sekali. Tradisi ini merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas anugerah yang telah diberikan berupa hasil tangkapan ikan.

Selain pesta laut, juga ada ritual lain yang juga diselenggarakan setiap tahun, yaitu ritual mandi suci atau ngabungbang. Kata ngabungbang berasal dari “nga” yang berarti ngahijikan (menyatukan) dan “bungbang” yang berarti membuang atau membersihkan.

Ritual ini berarti mandi suci untuk menghilangkan unsur-unsur buruk, lahir-batin. Selain itu, ritual ini juga dimaksudkan sebagai sarana memohon ampunan Tuhan meminta kekuatan agar tercapai segala cita-cita serta mengharapkan peningkatan kualitas hidup.

Tradisi tahunan ini diselenggarakan pada dini hari saat bulan purnama tanggal 14 bulan Maulud, dan berlokasi di muara Sungai Cisukawayana, Pantai Pelabuhan Ratu. Menurut beberapa sumber, awalnya tradisi ini diciptakan Raja Hyang Brahma dari Kerajaan Medang Gali (galuh) pada 175 – 205 Masehi. Ritual ini kemudian diteruskan Prabu Siliwangi dari Kerajaan Pajajaran dan berkembang hingga sekarang.

Kepercayaan akan seorang ratu pantai selatan juga dikuatkan adanya sebuah kamar hotel yang dianggap sebagai tempat istirahat Ratu Laut Kidul jika sedang “mendarat”. Samudera Beach Hotel yang berada sekitar 300 meter dari pantai ini memiliki kamar bernomor 13. Kamar ini didesain dengan warna hijau dominan di seluruh isi kamarnya.

Seperti tempat tidur dengan bad cover serbahijau serta hiasan lampu dan foto besar “Nyi Roro Kidul” yang terpasang di dinding kamar. Benar-tidaknya, yang pasti masyarakat di Sukabumi sangat memercayai adanya penguasa Pelabuhan Ratu tersebut. Upaya menggambarkan keberadaan ratu pantai selatan ini juga sering dilakukan dalam kegiatan seni budaya masyarakat setempat.

Salah satunya adalah Pergelaran Budaya Kemilau Nusantara di depan Gedung Sate, Kota Bandung, akhir pekan lalu. Sebuah pergelaran seni berjudul “Ngarak Ratu Laut Kidul” menjadi salah satu sajian atraksi budaya yang banyak mendapatkan aplaus publik.

Penguasa laut selatan atau Nyi Roro Kidul tampil dengan ditandu. Busana tradisional Jabar dengan warna khas hijau tampak cantik sesuai dengan pembawaan sang ratu. Sebuah mahkota emas menjadi tanda jika dia adalah seorang ratu. Singgasana tampak mewah yang digambarkan bertatahkan emas dan berlian.

Sementara itu, para pengawalnya yang membawa tandu mengenakan busana serbaputih. Ratu cantik ini pun diiringi dayang-dayang dengan warna baju serbaputih. Atas penampilannya yang memesona tersebut, atraksi Ngarak Ratu Laut Kidul ini diganjar sebagai juara kedua pada acara Kemilau Nusantara 2012 di Kota Bandung.

Atraksi seni ini juga sebagai salah satu upaya pemerintah setempat agar masyarakat melihat Pelabuhan Ratu merupakan aset wisata yang menarik untuk dikunjungi.

Sementara itu, terkait mistis, setiap orang boleh percaya atau tidak. Namun, setidaknya kepercayaan itu dapat menjadi suguhan menarik yang dikemas dalam gelaran seni budaya setempat yang akhirnya dapat menambah daya tarik kunjungan wisatawan ke pantai ini.

Mengunjungi pantai ini, wisatawan juga dapat membawa oleh-oleh ikan segar yang baru saja ditangkap nelayan. Sebab, tidak jauh dari pantai terdapat Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang setiap hari, mulai pukul 10.00 hingga 13.00 WIB, ramai oleh aktivitas lelang ikan.

Nah, menikmati akhir pekan di selatan Jabar dengan pemandangan laut yang indah Pelabuhan Ratu dapat menjadi referensi. Anda dapat menikmati wisata pantai yang murah di sini. Soal keselamatan pengunjung, pengelola objek wisata ini menyiapkan sejumlah petugas pantai atau Balawista yang akan menjaga keamanan pengunjung. (tgh/R-2)

Jadi Lokasi “Surfing” Internasional

Pantai Pelabuhan Ratu juga dikenal memiliki gelombang laut yang tinggi sehingga cocok digunakan untuk olah raga surfing. Selain tinggi, pantai ini juga memiliki gelombang yang dapat bergerak cepat dan stabil.

Dengan kondisi air seperti itu, maka di pantai ini terdapat beberapa tempat surfing yang sering dikunjungi wisatawan, seperti Batu Guram, Karang Sari, Cimaja, Karang Haji, Indicator, Sunset Beach, Ombak Tujuh, dan Ujung Genteng.

Beberapa tempat surfing tersebut ramai dikunjungi wisatawan, tepatnya pada Mei hingga Oktober, saat kondisi ombak sedang tinggi.

Di Pelabuhan Ratu, setiap tahun, selalu diselenggarakan perlombaan surfing yang diikuti peselancar tingkat dunia. Seperti pada Juni lalu, berlangsung West Java Surfing Championship & Wind Surfing Exhibition 2012, di Pantai Cimaja.

Even tahunan ini, menurut Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Jabar, Nunung Sobari, selalu menyedot animo peselancar dunia. Saat itu, surfer dari Filipina, Vietnam, Jepang, dan Malaysia ikut meramaikan perlombaan. Jumlah pesertanya bahkan mencapai 100 orang lebih.

Salah satu peserta yang akan bertanding di West Java Surfing 2012 ini, yaitu Dede Suryana, asal Sukabumi, yang sudah masuk jajaran surfer dunia.(tgh/R-2)

Objek Wisata Lain

Sebenarnya masih banyak objek wisata lain yang menarik untuk dikunjungi, beberapa di antaranya adalah Wana Wisata Cangkuang yang merupakan objek wisata alam di lereng Gunung Salak.

Karena terletak di lereng gunung, suasana alamnya masih segar dan alami. Untuk pengunjung yang tertarik terhadap wisata petualangan, pengelola telah menyiapkan camping ground dan hiking track untuk mencapai Kawah Ratu dan Air Terjun Dua Undak yang masih masuk kawasan ini.

Wisata alam lainnya adalah Wana Wisata Cipelang. Berlokasi di kaki Gunung Gede, atau sekitar 15 Km dari utara Sukabumi. Lalu ada pula Wana Wisata Gua Buniayu yakni gua alam yang terbentuk akibat pelarutan dan pengikisan air hutan terhadap lapisan batu gamping di kawasan perbukitan, yang terjadi selama ribuan tahun. Lokasinya di Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, ke arah Sagaranten.

Sukabumi juga memiliki banyak sungai, di antaranya ada sungai yang sudah sangat terkenal untuk kegiatan arung jeram, seperti Sungai Citarik, kurang lebih 30 km dari Kota Sukabumi. Sungai ini memiliki alur jeram terbaik dan alur yang berliku-liku ke bawah dari Gunung Halimun hingga ke persawahan dengan pemandangan hutan yang sangat indah dari kiri-kanannya. Sungai lainnya yang biasa juga dipakai untuk Arung Jeram adalah Sungai Citatih dan Sungai Cimandiri. (tgh/R-2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: